berita berita hari ini

Mendukbangga ungkap ada akademi keluarga untuk atasi kecanduan gim

Jakarta (cvtogel) – Kepala BKKBN Wihaji, yang juga menjabat sebagai. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga). Menyatakan bahwa akademi keluarga dapat menjadi sebuah solusi. Untuk mengatasi masalah kecanduan permainan dan media sosial yang banyak dialami oleh anak-anak dan remaja di Indonesia saat ini.

Ia menjelaskan bahwa saat ini gadget atau smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Jika tidak digunakan dengan bijak, teknologi ini dapat menciptakan algoritma dan dampak negatif dalam sikap serta mental pengguna.

“Insya Allah, kami memiliki salah satu solusi. Tahun ini kami akan mendirikan akademi keluarga. Ini adalah salah satu akademi yang kami rancang untuk mendidik generasi mendatang. Tersedia untuk tingkat SMP, SMA, dan perguruan tinggi, dengan pelatihan dasar, menengah, dan lanjutan,” ungkap Mendukbangga Wihaji dalam acara Gebyar Mental Sehat Remaja Indonesia di Jakarta, pada hari Kamis.

Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk memiliki kontrol saat menggunakan perangkat teknologi. Jika tidak waspada, banyak waktu dapat terbuang hanya untuk scrolling di media sosial atau bermain game.

Menurutnya, orang tua juga memiliki peran penting dalam mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak dan remaja dengan meluangkan waktu untuk berbincang-bincang berkualitas bersama mereka.

“Jika smartphone digunakan lebih dari 7-8 jam, itu dapat mempengaruhi otak dan membentuk mental kita. Saya percaya bahwa remaja adalah generasi yang kuat, oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan yang baik, penjelasan, ruang, tempat, dan kesempatan untuk mengekspresikan pikiran mereka, serta memberikan apresiasi kepada mereka,” kata Mendukbangga Wihaji.

Ia juga menyoroti dampak negatif dari game yang bisa mengarah pada perilaku menyimpang. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk mengurangi dan mencegah adiksi yang berlebihan, terutama melalui peran orang tua.

“Salah satu perannya ada dalam institut keluarga, orang tua sangat diharapkan untuk lebih sering berbincang. Selain itu, setiap permasalahan harus dianalisis untuk mengetahui penyebabnya. Setelah mengetahui penyebabnya, baru kita dapat mencari solusi,” kata Mendukbangga.

“Dari permainan tersebut dapat terjadi interaksi, dan interaksi ini bisa mengarah pada perilaku yang tidak baik. Setelah mengetahui penyebabnya, kita perlu mencari solusi yang terkait dengan game. Tentunya edukasi tentang permainan harus diutamakan, dan contoh-contoh juga perlu diberikan kepada masyarakat,” tambahnya.

You may also like...