berita berita hari ini

AICIS+ 2025 didorong jadi ruang diplomasi intelektual Indonesia

Jakarta (CVTOGEL) – Kementerian Agama mendorong pelaksanaan Konferensi Tahunan Internasional. Tentang Islam, Sains, dan Masyarakat (AICIS+) yang ke-24 sebagai platform. Untuk diplomasi intelektual Indonesia di seluruh dunia.

Amien Suyitno, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, menyatakan bahwa konferensi. Ini bukan hanya sebuah acara akademis, tetapi juga sebagai alat strategis untuk meningkatkan citra Indonesia sebagai pusat pengkajian Islam dan sains modern.

“AICIS+ 2025 diharapkan menjadi tidak hanya forum akademis, tetapi juga tempat diplomasi intelektual yang mendukung citra Indonesia sebagai pusat penelitian mengenai Islam, sains, dan isu-isu kontemporer global,” ujarnya di Jakarta pada hari Rabu.

Ia menjelaskan bahwa persiapan untuk AICIS+ 2025 tengah dipersiapkan melalui rapat Komisaris Pengarah. Forum ini menegaskan arah baru AICIS+ melalui peremajaan total untuk menangani isu-isu kontemporer global.

Dia menambahkan bahwa AICIS+ kini tidak lagi hanya fokus pada kajian klasik Islam, tetapi sudah berkembang menjadi konferensi bertema multidisiplin yang mencakup sains, kesehatan masyarakat, dan berbagai masalah global lainnya.

“AICIS+ harus menunjukkan bahwa PTKI telah berada di tingkat internasional. Ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa perubahan nama, tema, dan pendekatan AICIS+ bertujuan agar Indonesia memiliki tempat yang signifikan dalam diskusi global.

Amsal Bahtiar, Ketua Komisaris Pengarah AICIS+ 2025, menjelaskan bahwa dari 2. 434 abstrak yang diterima, hanya 200 makalah yang lolos seleksi, atau sekitar 10 persen.

Sebanyak 140 makalah akan dipresentasikan secara langsung, 60 secara online, dan tambahan 100 makalah merupakan undangan khusus dari jurnal, sehingga total mencapai 300 makalah.

AICIS+ 2025 direncanakan berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2025 di kampus modern UIII yang terletak di Depok, dengan mengusung tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan. “

You may also like...