Jakarta – Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, menekankan bahwa penting bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat kembali nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi, karena hal ini menjadi dasar dari identitas nasional kita.
“Globalisasi menghadirkan tantangan besar dalam mempertahankan dan melestarikan budaya. Generasi muda harus berperan aktif agar budaya nasional tetap relevan di era yang terus berubah,” jelas Fadli Zon dalam siaran pers yang diterima pada cvtogel hari Sabtu.
Menurut Menteri Kebudayaan, keberagaman budaya, termasuk kearifan lokal Provinsi Kalimantan Timur, merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan.
Contohnya adalah lukisan di Gua Sangkulirang yang menjadi bukti awal peradaban manusia di Nusantara sejak sekitar 40. 000 tahun yang lalu, jejak sejarah Kerajaan Kutai, serta berbagai tradisi lokal seperti Tana Ulen, Upacara Pelas Tahun, dan Handep atau Mapalus yang masih ada hingga sekarang.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan, yang telah berdiri sendiri sejak 79 tahun Indonesia merdeka, berupaya untuk memperkuat harmoni antara kehidupan dengan lingkungan, alam, dan budaya demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.
Dengan demikian, warisan budaya Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat identitas nasional, menyatukan bangsa, serta memperkaya peradaban global.
Menteri Kebudayaan menyatakan bahwa langkah ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 32. Yang menegaskan pentingnya negara untuk mendorong kebudayaan nasional Indonesia. Dalam konteks peradaban global dengan memberikan hak kepada masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
Pasal 28 i ayat (3) juga menegaskan bahwa identitas budaya dan hak-hak masyarakat adat harus dihormati sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban.
“Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memajukan budaya bangsa dan mengajak semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi, termasuk dalam hal mempromosikan budaya daerah,” ujarnya tegas Fadli Zon.
Selain itu, Menteri Kau bid juga berharap Provinsi Kalimantan Timur akan memiliki lebih banyak museum. Di masa mendatang yang dapat menjadi jendela peradaban, menampilkan narasi tentang perkembangan masyarakat dan tradisi yang ada.
Menteri juga menyebutkan tentang skema Dana Indonesiana, yang merupakan dana abadi untuk kebudayaan senilai 5 triliun rupiah, yang dapat diakses oleh individu, komunitas budaya, dan lembaga kebudayaan dengan 11 kategori pendanaan.
Kementerian Kebudayaan berharap generasi muda semakin terlibat dalam usaha memajukan budaya bangsa.
“Kita memiliki visi besar untuk memperkuat narasi bahwa Indonesia adalah Ibu Kota Kebudayaan Dunia, melalui Reinventing Indonesian Identity. Ini adalah cita-cita yang hanya dapat terwujud dengan kontribusi dan komitmen dari seluruh elemen bangsa,” ungkap Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir dalam Kuliah Umum bertema “Menggali Kearifan Lokal: Perbandingan Hukum Adat dan Kearifan Lokal dalam Masyarakat Modern” yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada hari Jumat, 30 Mei 2025, di Kampus UMKT.
Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Samarinda H. Abdullah, akademisi dari UMKT, pemimpin wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, perwakilan Kesultanan Paser, Dewan Adat Kutai, dan wakil semua Dewan Budaya serta Dewan Adat Kalimantan Timur.