Penajam Paser Utara – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan berupa 64.500. Kelambu berinsektisida antimalaria guna mencegah penyebaran penyakit malaria. Di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
“Kelambu yang telah diberi insektisida anti malaria didistribusikan ke daerah-daerah yang terbukti endemis malaria,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara Jansje Grace Makisurat di Penajam, Kamis.
Sebanyak 579 kelambu berisi insektisida anti malaria telah dibagikan, lanjutnya. di pusat kesehatan mana pun yang berlokasi di daerah endemis malaria.
Tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara terdapat 579kasus malaria atau 579 kasus pada Januari 2025, menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 588 kasus, sebagian di antaranya terdapat di Kecamatan Sepaku atau wilayah Kota Nusantara, Ibu Kota Negara baru Indonesia.“Target kita tahun 2028 adalah bebas malaria, termasuk wilayah Kota Nusantara,” terangnya. Tercatat kasus malaria atau hanya sekitar 25% penularan terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, sekitar 75 persen penularan berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kabupaten Paser serta Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kabupaten Kutai Barat.
Lini insektisida antimalaria untuk memerangi penyebaran malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena kasus malaria masih terdeteksi di daerah yang dikenal sebagai Benuo Taka, meskipun bukan kasus lokal.
Kelambu anti nyamuk anti malaria, bantuan dari Kementerian Kesehatan Bantuan tersebut sebagian besar disalurkan di wilayah Kecamatan Sepaku, Ibu Kota Negara Indonesia, katanya, dengan prioritas diberikan kepada para pegawai dan pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan kawasan Kota Nusantara.
Kemudian, penyaluran insektisida nyamuk anti malaria, kata Jansje Grace Makisurat, juga menyasar ibu hamil dan pekerja yang tinggal di kawasan hutan Desa Sotek dan Kecamatan Babulu.