berita berita hari ini

Menkomdigi ajak pemuda jadi aktor utama transformasi digital

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak generasi muda untuk tidak hanya berfungsi. Sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pelopor utama dalam transformasi digital.

“Kami ingin agar pemuda tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai inovator yang membentuk masa depan digital bangsa,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam audiensi dengan Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/3).

Dia menyatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki berbagai program untuk meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi digital, termasuk program Beasiswa Talenta Digital dan Startup Digital.

Meutya menekankan bahwa transformasi digital merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tercantum dalam Asta Cita.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital senantiasa membuka peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan yang memiliki visi untuk memajukan bangsa.

“Generasi muda merupakan pilar utama dalam digitalisasi karena mereka lebih cepat beradaptasi dan memiliki kreativitas yang tinggi. Jika kita tidak memberdayakan mereka mulai sekarang, kita akan tertinggal dalam persaingan digital global,” tegasnya.

Meutya menghargai inisiatif Pemuda Katolik dalam mendukung literasi digital dan menciptakan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan populasi pengguna internet yang didominasi oleh generasi muda, mereka dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perkembangan digital dan berpotensi menjadi agen perubahan dalam industri teknologi.

Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menjelaskan tentang Program Pemuda Penggerak Transformasi (PETRA) Digital yang telah dilaksanakan di 18 Keuskupan di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan mendorong pemuda Katolik agar berperan aktif dalam mencegah penyebaran informasi hoaks serta menyebarkan berita yang akurat.

“Pemuda Katolik juga mengembangkan Aplikasi Desa Terhubung, yang bertujuan untuk memetakan potensi desadesa di daerah transmigrasi guna mendukung program pangan berbasis lokal,” katanya.

Stefanus mengundang Menkomdigi untuk hadir dalam rapat kerja nasional (Rakernas) pemuda Katolik yang akan diadakan pada 2527 April 2025 di Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari kolaborasi yang lebih lanjut.

“Dengan tema ‘Mengawal dan Kolaborasi dengan Asta Cita Presiden Prabowo’, Rakernas akan dihadiri oleh ratusan pengurus Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia dan diharapkan dapat memperkuat peran pemuda dalam transformasi digital nasional,” ucapnya.

You may also like...