berita berita hari ini

Pesan kiai ke santri: Manfaatkan libur untuk evaluasi dan jaga akhlak

Probolinggo – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini. Menyatakan bahwa masa liburan santri bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Merupakan momen refleksi mengenai sejauh mana perubahan diri setelah menimba ilmu di pesantren.

“Liburan (bagi santri) bukan berarti terbebas dari kewajiban, tetapi merupakan waktu untuk beristirahat dan merenungkan sejauh mana perkembangan diri setelah belajar di pesantren,” kata Kiai Zuhri dalam keterangannya di Situbondo, Jawa Timur, pada hari Jumat.

Dalam pesannya kepada santri yang tengah menjalani liburan Ramadhan dan Lebaran 2025. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak serta memanfaatkan waktu liburan dengan seoptimal mungkin.

Kiai Zuhri juga meminta para santri agar menjadikan liburan sebagai peluang untuk mengevaluasi diri dan membuktikan kepada orang tua bahwa pendidikan di pesantren membentuk karakter yang baik.

“Keberhasilan santri tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang diperoleh, tetapi juga dari sikap dan budi pekerti yang baik,” ujarnya. Selain itu, Kiai Zuhri mengingatkan santri agar tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam tanggung jawab di hadapan Allah.

Para santri juga diimbau untuk tidak terperangkap dalam hawa nafsu yang dapat menghambat kemajuan diri. Sementara bagi santri yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Kiai Zuhri berpesan agar mereka tetap menjaga nama baik pesantren serta tidak melupakan identitas sebagai santri.

“Santri juga harus bijaksana dalam memilih lingkungan dan teman bergaul, serta tidak mudah dipengaruhi oleh perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” ungkap Kiai Zuhri. Di sisi lain, Sekretaris Ponpes Nurul Jadid Paiton, H Thohiruddin, menambahkan bahwa para santri harus mampu berinteraksi dengan masyarakat sembari menjunjung tinggi akhlak yang diajarkan di pesantren.

“Santri harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing, menunjukkan sikap yang baik, serta menjaga nama baik pesantren,” katanya.

You may also like...