berita berita hari ini

Wamenaker dan aplikator lakukan evaluasi pemberian BHR ojol

Jakarta  – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan. Melakukan penilaian terkait pemberian Bonus Hari Raya (BHR) keagamaan. Untuk pekerja mitra pengemudi layanan transportasi. Berbasis aplikasi (ojek daring/ojol) bersama sejumlah aplikator.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenaker Noel menyatakan bahwa beberapa aspek. Yang perlu dievaluasi oleh aplikator mencakup nominal BHR. Yang dianggap tidak memadai bagi mitra, serta penegasan kriteria. Untuk mitra yang berhak menerima bonus hari raya keagamaan tersebut.

“Terkait dengan kawan-kawan yang tidak menerima BHR, ada yang hanya mendapatkan Rp50 ribu BHR-nya, tetapi mereka, kawan-kawan aplikator, menjelaskan mengapa ada yang hanya mendapatkan Rp50 ribu, dan mengapa ada yang tidak mendapatkannya,” ujar Noel saat ditemui di Kantor Kemenaker RI Jakarta, pada hari Kamis.

“Mereka memiliki kriterianya. Namun, mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh, agar kejadian serupa pada Lebaran sebelumnya tidak terjadi pada Lebaran mendatang,” tambahnya TVTOGEL.

Beberapa kriteria yang menjadi perhatian, lanjutnya. Termasuk ukuran dari keaktifan atau produktivitas yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan.

“Misalnya mereka (aplikator) mendefinisikan keaktifan dan lain sebagainya. Nah, kita tidak mengetahui standar aktifnya seperti apa. Tetapi, mereka akan mengevaluasi kategorisasi, kriteria, dan sebagainya. Karena kita tidak ingin hak-hak kawan-kawan ojek online ini terabaikan,” jelas Noel.

Namun, Wamenaker mengakui bahwa imbauan terkait BHR bagi mitra ojek dan kurir daring. Merupakan hal yang sangat baru, sehingga tidak mungkin bagi pihaknya untuk memberikan teguran atau sanksi kepada aplikator.

“Ya, ini adalah keputusan baru. Kami tidak bisa memberikan sanksi, karena platform digital ini juga berperan dalam menyediakan ruang pekerjaan,” kata Noel. “Tinggal nanti regulasinya kita perkuat untuk kesejahteraan driver ojek online. Itu yang paling penting. Karena kedua pihak ini (negara) harus hadir (mengakomodasi), tidak bisa tidak,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa pemberian BHR untuk mitra pengemudi ojek dan kurir daring. Telah menjadi perhatian negara dan akan diperkuat melalui sinergi kementerian/lembaga terkait.

“Karena masing-masing memiliki karakter dan iklim bisnis yang berbeda. Nanti kita akan mencari formula yang tepat. Karena kita tidak ingin membuat regulasi yang justru merugikan,” kata Noel.

“Karena prinsip negara adalah melayani dua kepentingan. Pertama, kepentingan industri, kedua, kepentingan kesejahteraan para driver. Kedua komponen ini harus terlayani,” imbuhnya.

You may also like...